JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 6.802 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Jaya 2026 yang akan berlangsung pada 13–25 Maret 2026 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar menjadi bagian dari kesiapan pengamanan mudik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Pada hari ini Polda Metro Jaya melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret,” ujar Budi Hermanto.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, ribuan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai potensi masyarakat akan diterjunkan untuk membantu pengamanan selama periode mudik Lebaran.
Para personel tersebut akan disiagakan di 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, mengatakan pengamanan mudik dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Tidak kurang dari 6.802 personel gabungan Polri, TNI dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan mudik Lebaran hingga arus balik nanti,” kata Komarudin.
Berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026.
DKI Jakarta menjadi salah satu daerah asal pemudik terbesar yang akan menuju berbagai wilayah tujuan seperti Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Komarudin juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kondisi kesehatan dan kendaraan dengan baik, serta merencanakan perjalanan secara matang agar tidak bersamaan dengan puncak arus mudik.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan fit, kendaraan dalam kondisi baik, serta merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak bersamaan dengan puncak arus mudik,” ujarnya.
Selain pengamanan arus mudik dan arus balik, kepolisian juga akan mengantisipasi berbagai aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Pengamanan dilakukan mulai dari malam takbir, pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga kegiatan masyarakat di sejumlah destinasi wisata.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 serta menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi potensi kepadatan maupun kondisi darurat selama periode mudik Lebaran.





