JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif sepanjang lima bulan pertama 2026. Bank pelat merah tersebut membukukan laba bersih periode berjalan secara bank only sebesar Rp20,42 triliun per Mei 2026 atau tumbuh 9,52 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan laba ditopang oleh efisiensi biaya dana dan peningkatan pendapatan bunga bersih di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.
Sepanjang Januari–Mei 2026, pendapatan BRI tercatat relatif stabil di angka Rp66,77 triliun atau turun tipis 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, beban bunga berhasil ditekan menjadi Rp18,26 triliun dari sebelumnya Rp21,33 triliun.
Efisiensi tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan bunga bersih yang naik 6,64 persen secara tahunan menjadi Rp48,50 triliun dari Rp45,48 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi fungsi intermediasi, BRI terus menunjukkan ekspansi bisnis yang kuat melalui penyaluran kredit. Hingga Mei 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.417,19 triliun atau meningkat 12,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga tercermin pada sisi pendanaan. Total dana pihak ketiga (DPK) BRI tercatat mencapai Rp1.546,44 triliun atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan dari posisi Rp1.423,87 triliun.
Seiring pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana, total aset BRI ikut meningkat signifikan menjadi Rp2.073,12 triliun, naik dari Rp1.893,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebelumnya, pada kuartal I-2026 BRI juga telah membukukan kinerja konsolidasi yang positif dengan laba sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,74 persen secara tahunan.
Pada periode tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan bunga BRI meningkat 5,94 persen menjadi Rp52,83 triliun. Di saat yang sama, beban bunga turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, memperkuat profitabilitas perseroan.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, BRI menyalurkan total kredit dan pembiayaan sebesar Rp1.562 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Segmen pembiayaan UMKM juga tetap menjadi fokus utama. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat mencapai Rp47,09 triliun yang telah menjangkau sekitar 947 ribu nasabah. Selain itu, BRI turut menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp17,13 triliun kepada sekitar 125 ribu nasabah.
Kinerja tersebut memperlihatkan kemampuan BRI menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan melalui penguatan intermediasi, efisiensi biaya dana, dan perluasan akses pembiayaan kepada masyarakat.





