JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,4 triliun, meningkat 40,8% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,7 triliun.
Berdasarkan laporan perseroan, peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai 11,2% (yoy) hingga akhir Juni 2026. Kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari segmen kredit perumahan, yang masih menjadi bisnis inti BTN.
Kinerja penyaluran kredit juga ditopang oleh pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp433 triliun, atau naik 6,6% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan DPK ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap BTN di tengah dinamika industri perbankan.
Di sisi profitabilitas, BTN mencatat adanya penurunan Net Interest Margin (NIM) sebesar 85 basis poin (bps) menjadi 3,5% pada Juni 2026, dibandingkan 4,4% pada Juni 2025. Meski demikian, penurunan margin bunga bersih tersebut tidak menghambat pertumbuhan laba perseroan yang tetap meningkat signifikan.
Sementara itu, kualitas aset BTN juga menunjukkan perbaikan. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross berhasil ditekan menjadi 3%, lebih rendah dibandingkan posisi 3,3% pada Juni 2025.
Selain itu, rasio Loan at Risk (LAR) juga mengalami penurunan dari 20,2% pada Juni 2025 menjadi 18,6% pada Juni 2026. Perbaikan indikator kualitas kredit tersebut mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin baik serta meningkatnya kualitas portofolio pembiayaan perseroan.
Dengan pertumbuhan laba yang kuat, peningkatan penyaluran kredit, serta membaiknya kualitas aset, BTN menunjukkan kinerja yang solid pada paruh pertama 2026. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri perbankan dan kebutuhan pembiayaan sektor perumahan yang terus meningkat.





