Pengumuman, Laba Timah (TINS) Tembus Segini

PT Timah Tbk (TINS) mengumumkan laporan keuangan (lapkeu) tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun meningkat 6,41% di tahun 2025 dari Rp 10,86 triliun di tahun 2024 seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata logam timah.

Beban pokok pendapatan Timah (TINS) naik 8,41% dari Rp 8,11 triliun di tahun 2024 menjadi Rp 8,79 triliun di tahun 2025. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 1,91 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun.

Sedangkan, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,31 triliun dari sebelumnya Rp 1,24 triliun.

Pada akhir tahun 2025, nilai aset Timah (TINS) naik 6,75% menjadi Rp 13,64 triliun dari Rp 12,78 triliun pada akhir tahun 2024, dikarenakan peningkatan piutang usaha yang belum jatuh tempo di akhir tahun 2025. Sedangkan posisi liabilitas perseroan sebesar Rp 5,23 triliun, naik 0,80% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp 5,19 triliun.

Posisi ekuitas di tahun 2025 sebesar Rp 8,41 triliun mengalami kenaikan 10,83% dibandingkan posisi akhirtahun 2024 sebesar Rp 7,59 triliun, seiring dengan dibukukannya laba di tahun 2025.

“Pada tahun 2025 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,31 triliun ataumencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025. Perseroan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan,“ ujar Direktur Utama Timah (TINS), Restu Widiyantoro dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Kinerja keuangan perseroan menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 60,6%, Current Ratio sebesar 242,8%, Debt to Asset Ratio sebesar 11,5%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 18,7%.

Sepanjang tahun 2025, perseroan terus melakukan upaya efisiensi dan optimalisasi biaya di antaranya dalam bentuk penurunan fixed cost melalui pengeluaran investasi yang selektif ke investasi penunjang operasi untuk memitigasi kenaikan beban depresiasi dan menjaga stabilitas arus kas.

Selain itu, Timah (TINS) juga melakukan penurunan interest bearing debt sebagai bagian dari strategi pengelolaan liabilitas, sehingga dapat menekan beban bunga antara lain melalui pelaksanaan buyback atas MTN.

Pos terkait