RUPST PT Timah Setujui Dividen Rp656,8 Miliar, Setara Rp88 per Saham

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp656,8 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara sekitar Rp88 per saham atau 50% dari total laba bersih Perseroan.

Dengan mengacu pada harga penutupan saham TINS pada Jumat (12/6/2026) di level Rp3.300 per saham, pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 2,7%.

Sementara itu, sisa 50% laba bersih tahun buku 2025 atau sebesar Rp656,8 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan usaha Perseroan.

Sepanjang tahun 2025, PT Timah mencatat kinerja keuangan yang tetap tumbuh. Pendapatan perusahaan mencapai Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,86 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp2,76 triliun.

Adapun laba bersih Perseroan meningkat 5,12% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,31 triliun.

Dari sisi operasional, PT Timah membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, serta penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro mengatakan, pembagian dividen tersebut mencerminkan capaian kinerja positif yang berhasil dibukukan Perseroan.

“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan Perseroan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya Perseroan meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang. Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Restu menambahkan, sepanjang tahun buku Perseroan mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola perusahaan, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta pengelolaan keuangan yang prudent.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.

Pos terkait