Antam Realisasikan 96,22% Dana Rights Issue Rp5,37 Triliun, Sisa Rp203 Miliar Digunakan Semester II-2026

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah merealisasikan sebagian besar dana hasil Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Hingga 30 Juni 2026, perseroan telah menyerap 96,22% dari total dana bersih yang dihimpun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, menjelaskan bahwa rights issue tersebut efektif pada 22 Oktober 2025 dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp5,37 triliun. Dana tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3,49 triliun dan dana publik sebesar Rp1,88 triliun.

Setelah dikurangi biaya pelaksanaan penawaran umum sebesar Rp22,39 miliar, perseroan memperoleh dana bersih sekitar Rp5,35 triliun.

Sebagian besar dana, yakni Rp3,49 triliun, dialokasikan untuk pembangunan Proyek Pabrik Feronikel Halmahera Timur (Haltim) Tahap I. Sementara itu, sekitar Rp1,85 triliun diperuntukkan bagi pembiayaan modal kerja perseroan serta proyek-proyek pengembangan lainnya.

Arini mengungkapkan, penggunaan dana untuk pembangunan Pabrik Feronikel Haltim Tahap I telah terealisasi sepenuhnya atau mencapai 100%. Adapun penyerapan dana untuk modal kerja dan proyek pengembangan lainnya telah mencapai 89,07%.

Dengan demikian, masih terdapat sisa dana hasil rights issue sebesar Rp203,29 miliar atau sekitar 3,78% dari total dana bersih yang diperoleh.

“Sisa dana akan digunakan secara bertahap untuk kebutuhan modal kerja dan proyek pengembangan perseroan dengan target penyelesaian penggunaan pada semester II tahun 2026,” ujar Arini dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/7/2026).

Realisasi penggunaan dana tersebut mencerminkan komitmen Antam dalam mengoptimalkan hasil penghimpunan dana untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya melalui peningkatan kapasitas produksi feronikel serta penguatan operasional perusahaan.

Pos terkait