PTPN I dan Bappenas Percepat Hilirisasi Perkebunan, Dorong Kesejahteraan Pekerja dan Masyarakat

Banyuwangi – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memperkuat percepatan agenda hilirisasi sektor perkebunan nasional melalui kolaborasi strategis pengembangan komoditas kelapa, kopi, dan kakao yang terintegrasi dengan penguatan kesejahteraan sosial pekerja serta masyarakat sekitar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan peninjauan lapangan yang dipimpin Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, bersama Tim Satuan Tugas Perencanaan dan Percepatan Program Hilirisasi Kelapa Bappenas di wilayah PTPN I Regional 5, Kebun Kalisat Jampit, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (27/6).

Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak dalam mempercepat peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan di sektor hilir guna mendukung penguatan ekonomi nasional dan menciptakan ekosistem industri perkebunan yang berkelanjutan.

Dalam agenda tersebut, Ketua Satgas Hilirisasi Kelapa Bappenas Sukmo Harsono yang diwakili Asisten Khusus Menteri sekaligus perwakilan kesekretariatan satgas, Dwija Pratama, bersama mitra pembangunan turut mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi panen kopi bersama, penyaluran bantuan sosial, serta penyerahan hak jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional, PTPN I menyalurkan paket santunan kepada 11 warga kurang mampu dan lima anak yatim yang tinggal di kawasan sekitar kebun.

Tak hanya itu, manajemen PTPN I bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan secara simbolis santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta beasiswa dengan total nilai Rp150,8 juta kepada ahli waris karyawan atas nama Maryantono dari PTPN I Kebun Kalisat Jampit.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa transformasi sektor perkebunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak sosial yang nyata.

“Hilirisasi perkebunan harus berjalan beriringan dengan penguatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan bagi pekerja. Melalui kegiatan ini, PTPN I menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar kebun, sejalan dengan semangat One PTPN One Culture yang menjunjung tinggi nilai kepedulian, gotong royong, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menurut Teddy, penyaluran bantuan sosial merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Sementara sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa perlindungan sosial bagi pekerja tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Momentum panen kopi di Kebun Kalisat Jampit juga menjadi simbol keberhasilan pengelolaan komoditas unggulan PTPN I Regional 5. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas tinggi yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program hilirisasi nasional.

Sementara itu, perwakilan Tim Satgas Hilirisasi Kelapa Bappenas, Dwija Pratama, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PTPN I yang dinilai mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan penguatan perlindungan sosial.

“Hilirisasi komoditas perkebunan tidak akan mencapai hasil optimal tanpa fondasi sosial yang kuat. Kolaborasi yang melibatkan jaminan ketenagakerjaan dan kepedulian sosial ini menunjukkan bahwa transformasi industri perkebunan BUMN dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat lokal,” katanya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BPJS Ketenagakerjaan, dan masyarakat, diharapkan sektor perkebunan nasional semakin tangguh, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pos terkait