JAKARTA — Markas Besar (Mabes) Polri kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap sejumlah jabatan strategis di lingkungan kepolisian. Pergantian tersebut mencakup posisi di tingkat perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen), termasuk sejumlah jabatan penting di lingkungan Polda Metro Jaya.
Kebijakan tersebut tertuang dalam tujuh surat telegram Kapolri bernomor ST/1335/VI/Kep/2026 hingga ST/1341/VI/Kep/2026 yang diterbitkan pada 25 Agustus 2026.
Di lingkungan Polda Metro Jaya, rotasi mencakup jabatan kepala kepolisian resor (kapolres), direktur, hingga Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes). Sejumlah pejabat yang mendapat penugasan baru antara lain:
- Jabatan Kabid Propam Polda Metro Jaya kini diisi oleh Kombes Pol Aris Supriyono yang sebelumnya menjabat Kabagpinpam Prominal Divpropam Polri.
- Posisi Dirpamobvit Polda Metro Jaya dipercayakan kepada Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.
- Jabatan Kapolres Metro Jakarta Barat diemban oleh Kombes Pol Nasriadi.
- Kapolres Metro Bekasi Kota dijabat Kombes Pol Putu Kholis Aryana.
- Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dijabat AKBP Alrasyidin Fajri.
- Posisi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya ditempati AKBP I Dewa P. G. Anom Danujaya.
- Jabatan Kabiddokkes Polda Metro Jaya kini diisi Kombes Pol M. Faizal Zulkarnaen.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi yang dilakukan secara berkala.
Menurutnya, rotasi dan promosi jabatan menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Tidak hanya di Polda Metro Jaya, perombakan juga dilakukan di berbagai kepolisian daerah lainnya di seluruh Indonesia. Dalam rangkaian surat telegram tersebut, total terdapat 1.121 personel yang mengalami rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 748 personel memperoleh promosi ataupun perpindahan jabatan setara sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.





